Kaum Murji'ah

Kamis, 05 Januari 2012 Diposting oleh Zulia Putra

Asal kata “Murji’ah” dari “Irja”, artinya menangguhkan. Kaum Murji’ah artinya kaum yang menangguhkan. Murji’ah dari kata Arja’a berarti sesuatu yang berada di belakang dan berarti pula harapan atau Irja’a berarti menunda. Aliran Murji’ah adalah aliran Islam yang muncul dari golongan yang tak sepaham dengan Khowarij. Ini tercermin dari ajarannya yang bertolak belakang dengan Khowarij. Pengertian murji’ah sendiri ialah penangguhan vonis hukuman atas perbuatan seseorang sampai di pengadilan Allah SWT kelak. Jadi, mereka tak mengkafirkan seorang Muslim yang berdosa besar, sebab yang berhak menjatuhkan hukuman terhadap seorang pelaku dosa hanyalah Allah SWT, sehingga seorang Muslim, sekalipun berdosa besar, dalam kelompok ini tetap diakui sebagai Muslim dan punya harapan untuk bertobat.

Lahirnya aliran Murji’ah adalah disebabkan oleh kemelut politik setelah meninggalnya Khalifah Utsman bin Affan, yang diikuti oleh kerusuhan dan pertumpahan darah. Berlanjut dengan terbunuhnya Khalifah Ali yang diikuti pula dengan kerusuhan dan pertumpahan darah. Disaat demikian lahirlah aliran Syi’ah dan aliran Khawarij. Syi’ah menentang Bani Umayyah karena membela Ali dan keturunannya. Diantara Syi’ah dan Khawarij serta Bani Umayyah dipihak lain saling bermusuhan dan saling mengkafirkan bahkan menumpahkan darah. Tampilah Murji’ah yang bersifat netral, yang pada dasarnya tidak mau terlibat dalam pertentangan itu

Murji’ah adalah sebuah madzhab di dalam umat Islam yang dipelopori oleh Jahm bin shofwan. Madzhab ini memandang bahwa iman dalam pandangan mereka hanyalah semata-mata keyakinan saja. Orang yang telah mengatakan dirinya beriman maka imannya tidak akan dipengaruhi oleh perbuatannya. Perbuatan apapun tidak akan mengurangi kualitas iman seseorang.

Di dalam perkembangannya, murji’ah ini mengalami beberapa perubahan. Di antaranya, muncul murji’ah fuqaha. Dalam konsep iman, mereka sedikit lebih mendekati ahlus sunnah wal jama’ah, tetapi masih berbeda cukup jauh. Definisi tentang iman yang mereka kemukakan adalah, keyakinan di dalam hati dan diiqrarkan secara lisan

Label:

Posting Komentar